Mahyeldi Ansharullah mengeluarkan Surat Edaran terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini sedang merebak di beberapa provinsi.Melalui SE Nomor:559/ED/GSB 2022 Gubernur..." /> Mahyeldi Ansharullah mengeluarkan Surat Edaran terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini sedang merebak di beberapa provinsi.Melalui SE Nomor:559/ED/GSB 2022 Gubernur..." />

    Gubernur Sumbar Larang Kegiatan Jual Beli Ternak Luar Daerah Demi Pencegahan PMK

    Gubernur Sumbar Larang Kegiatan Jual Beli Ternak Luar Daerah Demi Pencegahan PMK

    SUMBAR,   - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi-Ansharullah">Mahyeldi Ansharullah mengeluarkan Surat Edaran terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang saat ini sedang merebak di beberapa provinsi.

    Melalui SE Nomor:559/ED/GSB 2022 Gubernur telah memberlakukan pelarangan kegiatan jual beli ternak seperti sapi, kerbau, kambing dan domba dan produk hasil peternakan yang berasal dari wilayah yang terpapar maupun diduga sudah mengalami kasus PMK.

    "Untuk antisipasi dan pengendalian ancaman PMK maka akan diberlakukan pembatasan lalulintas serta tindakan karantina ketat pada ternak maupun produk peternakan yang berasal dari luar daerah dan daerah Sumbar yang terdampak, " kata Gubernur.

    Sementara itu, jika ditemukan kasus klinis PMK di wilayah Sumbar, Gubernur meminta otoritas veterniter di daerah setempat untuk segera melaporkan pada pemerintah provinsi.

    "Setiap kasus PMK yang ditemukan juga akan diteruskan kepada Menteri Pertanian untuk segera ditindak lanjut, " kata Buya Mahyeldi.

    Diketahui hingga 11 Mei 2022, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menerima dua laporan kasus suspek PMK yang berasal dari Palangki, Kabupaten Sijunjung.

    Menurut laporan dari otoritas terkait, ternak yang diduga menderita PMK telah mendapat tindakan medis berupa isolasi dan pengobatan simptomatik.

    Pada kesempatan yang sama Gubernur Sumatera Barat menghimbau masyarakat untuk mengandangkan ternaknya dan tidak melepas ternak di padang pengembalaan.

    "Menghimbau kepada masyarakat/peternak untuk mengkandangkan ternaknya dan tidak melepas ternak di padang pengembalaan untuk mencegah semakin meluas kasus dan melakukan penerapan biosekuriti, " ujarnya.

    Kemudian, jika ditemukan kasus terkonfirmasi Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan di Wilayah Sumatera Barat maka masyarakat diminta untuk membuat laporan tertulis kepada Gubernur untuk selanjutnya disampaikan kepada Menteri Pertanian.(**)

    Afrizal

    Afrizal

    Artikel Sebelumnya

    Bank Nagari Ungkap Modus Skimming yang Kuras...

    Artikel Berikutnya

    Atasi Wabah PMK, Gubernur Mahyeldi Instruksikan...

    Berita terkait

    Peringkat

    Profle

    Syafruddin Adi

    Afrizal

    Afrizal verified

    Postingan Bulan ini: 278

    Postingan Tahun ini: 1245

    Registered: May 24, 2021

    Achmad Sarjono

    Achmad Sarjono verified

    Postingan Bulan ini: 273

    Postingan Tahun ini: 1769

    Registered: Jul 16, 2020

    Maskuri

    Maskuri

    Postingan Bulan ini: 138

    Postingan Tahun ini: 244

    Registered: Mar 10, 2022

    KOREM 082CPYJ KOTA MOJOKERTO

    KOREM 082CPYJ KOTA MOJOKERTO

    Postingan Bulan ini: 129

    Postingan Tahun ini: 428

    Registered: Oct 11, 2021

    Profle

    Narsono Son

    Wujud Bakti pada Negeri, Kemenkumham Jateng Dukung Launching Buku Sesepuh Berbagi
    Jaga Budaya Leluhur, Babinsa Sukoharjo Kawal Kirab Dan Jamasan Pusaka
    Percepatan Vaksin Babinsa Koramil Tegal Timur Dampingi Nakes Vaksinasi Door to Door
    TMMD Reg 113 di Dukung Penuh Seluruh Ketua RT/RW dan Warga Desa Nanggulan

    Follow Us

    Recommended Posts

    Walikota Padang : Jika Bertemu Anak Stunting, Laporkan ke Kami
    Kejari Payakumbuh Tetapkan 6 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan APD
    PKK Kelurahan Parupuk Tabing Dinilai, Ny Harneli Mahyeldi: Dukungan OPD Cukup Besar
    Satreskrim Polres Bukittinggi Ringkus Pelaku Curanmor
    Dirikan Fakultas Kedokteran, UNP Tekan Kerja Sama dengan UNAND